17 Februari 2009
Hari itu saya harus melakukan perjalanan ke BPPT Lampung untuk mengadakan rapat akhir kerjasama penelitian. Sebenarnya ini adalah kunjungan yang sekian kali ke Lampung. Hanya saja tidak seperti biasanya, pesawat yang berangkat dari Jakarta, pagi itu berangkat tepat waktu, walau ada perubahan gate masuk di Terminal domestik Cengkareng. Kami ber-4 cukup senang dengan penerbangan yang tepat waktu tersebut. Karena biasanya selalu ada delay, bahkan pernah lebih dari 1 jam.
Cuaca pagi itu sangat cerah dan penerbangan ke Lampung yang hanya sekitar 25 menit pun, terlalui dengan mulus.
Setelah selesai pertemuan, sekitar pukul 14:30 kita berangkat menuju Bandara Lampung, karena perjalanan darat sekitar 2 jam, bahkan bisa lebih karena kondisi jalan yang kurang bagus di beberapa tempat. Cuaca cukup panas dan carah. Namun ketika beberapa saat mendekati bandara, hujan turun cukup lebat walau tidak terlalu lama. Sehingga ketika memasuki pelataran bandara, hanya gerimis kecil saja yang terlihat. Bahkan setelah itu matahari bersinar kembali dengan cerahnya, walau tadinya mendung gelap menyelimuti.
Karena masih ada waktu 1 jam lebih, kami menunggu di ruang vip, sambil minum teh dan kacang hijau, serta beberapa makanan ringan yang disediakan. Tidak lama kemudian, ternyata pesawat dari Jakarta mendarat tanpa mengalami keterlmbatan, sehingga kami bisa boarding pada waktu yang tepat. lagi-lagi, ini pun sangat mengagetkan kami, karena tidak biasanya pesawat ini berangkat tepat waktu.
Di atas langit cukup gelap dan sedikit gerimis. Dan tanpa kekhwatiran apa pun, pesawat take-off dengan mulus. Barangkali belum sampai 10 menit, pesawat mulai berguncang kecil. Dan saya perhatikan di sebelah kanan (saya waktu itu pindah duduk ke kursi belakang, yang cukup banyak yang kosong), pesawat memasuki daerah berawan. Di kejauhan terlihat petir beberapa kali.
Pesawat semakin berguncang. Dan anjlok 2-3 kali. Petir besar saya lihat sepertinya mengenai ujung sayap kanan. Dan bersamaan dengan itu, guncangan ke kiri dan ke kanan semakin besar. Terus terang itu merupakan pengalaman pertama saya naik pesawat yang bergoncang demikian kerasnya. Saya belum pernah mengalami walau mungkin itu penerbangan saya yang hampir ke 100 kali. Kalau pesawat anjlok sih sudah sering saya merasakan dan tidak terlalu khawatir karena biasanya pesawat tetap dalam posisi stabil.
Tetapi saat itu yang membuat saya demikian gemetar adalah goncangan kiri-kanan yang sangat besar dan frekuentif. Seolah-olah sedang naik jet-coaster. Kursi yang saya pegang sekuat tenaga sambil berdoa pun, terasa bergetar. Dan pada saat itu, saya sempat berpikiran barangkali pesawat ini tidak akan sampai di Jakarta, karena masih terkurung dalam daerah berawan gelap.
Dalam pikiran saya ketika itu, ternyata hanya bayangan keluarga saja yang terlintas. Saya usahakan tetap berdoa semoga Allah memberikan pertolongan dengan segera bisa keluar dari situasi daerah berawan tersebut. Namun pesawat tetap saja bergoncang, dan sampai akhitrnya ada goncangan yang cukup tinggi, sehingga membuat sebagian besar penumpang berteriak histeris.
Karena saya duduk di barisan kursi belakang, saya bisa menyaksikan bagaiman para penumpang di depan terguncang ke kiri dan ke kanan dengan hebatnya. Tentunya saya pun juga ikut terguncang.
Setelah goncangan hebat tersebut, yang mungkin sudah 5 menit dalam situasi seperti itu, akhirnya pesawat mulai menemukan kondisi stabilnya lagi. Baru setelah itu saya bisa menoleh ke samping dan berbicara dengan teman sebelah saya. Namun rasanya kaki tidak bisa digerakkan, dan pinggang terasa cukup sakit.
Akhirnya pesawat bisa mendarat dengan baik di Jakarta. Walau demikian, tiba-tiba saja saya jadi merasa trauma dan cengeng untuk naik pesawat, walau saya tetap mempercayai bahwa keamanan dan kenyamanan perjalanan pesawat terbang tetaplah bagus. Terbukti dengan sangat jarangnya kecelakaan pesawat dibandingkan dengan jumlah penerbangan itu sendiri. Kalau saja ada shinkansen ke seluruh Indonesia, tentunya saya akan memilih naik kereta cepat tersebut.
Cerita sejenis dengan kondisi pesawat, penerbangan, jam dsb, bisa dibaca di sini.
Wassalam,
sarjono