Sapporo, 6 September 2007
Kebetulan ikut konferensi Obutsu di Hokkaido Kogyo Daigaku, sejak tanggal 4 September 2007, dan berencana kembali ke Tsukuba tanggal 6-nya.
Hari itu cuaca Sapporo mendung sejak pagi, dan siangnya sudah mulai turun hujan, walau hanya gerimis. Karena ada badai taufan (Taifu 9-go) yang melanda Jepang yang diberitakan akan masuk wilayah Kanto pada malam harinya, dengan perasaan cemas jangan-jangan tidak bisa kembali ke Tsukuba hari itu, saya selalu mengikuti berita di TV Hotel Green Kotoni, Sapporo.
Ketika istirahat siang, saya coba menghubungi perwakilan JTB setempat, yang dijawab bahwa sampai saat itu belum ada informasi apa-apa dari ANA. Tiket saya hari itu adalah dengan penerbangan ANA 74, yang rencana berangkat 18:30.
Karena mendung sudah semakin gelap dan gerimis mulai besar, saya putuskan langsung ke Chitose Airport, dengan harapan bisa naik penerbangan sebelumnya. Setelah membeli oleh2 di Sapporo-eki, saya langsung naik kereta menuju bandara. Rupanya udara di Chitose Airport masih cukup terang, dan tidak ada gerimis.
Sesampai di Airport, saya langsung menghubungi JTB, tetapi sayang tiket saya tidak bisa diubah. Akhirnya saya tetap dikasih Boarding Pass untuk penerbangan 18:30. Di ruang tunggu bandara ada monitor pergerakan Taifu 9-go, yang memang tengah menunggu Tokyo-area. Kawan di Tsukuba telah menghubungi melalui email HP, bahwa hujan deras tengah melanda Chiba-ken, yang membuat perasaan semakin cemas.
Pihak ANA masih belum memberi keputusan bisa tidaknya berangkat penerbangan ANA 72 (17:30) dan ANA 74 (18:30), tetapi penerbangan berikutnya sudah pasti tidak dilakukan karena memang kondisi Haneda Airport yang tidak memungkinkan untuk landing. Bagi mereka yang telah mengetahui kondisi bahwa penerbangannya di-cancel, segera bisa mencari hotel untuk menginap. Sial bagi kami, yang mesti menunggu keputusan sampai detik-detik akhir menjelang keberangkatan. Singkat kata, sekitar pukul 6 sore, kami diberitahu kalau penerbangan saya terpaksa dibatalkan.
Setelah meminta konfirmasi tiket esok hari, saya langsung menghubungi beberapa hotel di sekitar bandara, yang mana semuanya telah penuh. Tentunya ribuan orang terpaksa menginap kembali di Chitose, Sapporo dan sekitarnya. Hari semakin malam, saya masih di dalam bandara, sambil mencoba menghubungi beberapa hotel, termasuk hotel di Sapporo, yang kesemuanya sama, penuh. Akhirnya saya kontak teman di Tsukuba yang mempunyai teman di Sapporo, untuk sekiranya bisa membantu saya.
Singkat cerita, saya ketemu Bapak Ananda Putra, dan diantar ke Mesjid Sapporo, setelah sebelumnya berputar-putar di sekitar Sapporo-eki untuk mencari hotel, yang hasilnya juga nihil. Setelah shalat Isya’ berjamaah dengan saudara-saudara di Sapporo, dengan seorang kawan dari Malaysia saya pergi menemui seorang kawan yang tinggal di Hotel Arimax330. Ternyata penuh juga. Ya, akhirnya saya diantar kembali ke mesjid, dan menginap semalam di sana.
Franky said
Memang niat nginap di mesjid kaliii…??